Fungsi Dan Simbol Dari Kritik Seni Teater

Fungsi Dan Simbol Dari Kritik Seni Teater

 

a. Fungsi  Kritik 

Kritik Seni Teater hadir dan diterima di tengah-tengah  masyarakat, karena kritik memberikan manfaat dan memiliki  fungsi bagi pihak-pihak yang terlibat di dalamnya,  antara lain;  kreator  seni, karya seni dan pembaca. 

Fungsi Kritik Seni Teater dapat dikemukanan sebagai berikut. 

Fungsi sosial, artinya kritik yang ada dan dilakukan kritikus memberikan dampak pencitraan terhadap kritikus sendiri, terbina, terpeliharanya  budaya menulis dan sekaligus mendorong munculnya kritikus-kritikus Teater. 

Fungsi apresiatif, artinya kritik dalam bentuk ulasan yang berbobot dan komunikatif menjadi media pembelajaran masyarakat dalam mendorong peningkatan apresiasi  Karya seni sebagai objek apresiasi sekaligus subjek bagi pelakunya. 

Fungsi edukasi, artinya mengandung unsur pendidikan dan pembelajaran (dari tidak tahu menjadi tahu) bagi pembaca, penonton maupun bagi para pelakunya teater dalam memaknai dan mewarnai kehidupan ini agar hidup lebih optimis dan bergairah serta menempatkan manusia sebagai subjek di dalam mengejar suatu martabat manusia dengan lingkungannya. 

Fungsi prestasi, artinya sebagai ajang aktualisasi diri, eksistensi diri,  penghargaaan diri melalui aktifitas dan kreativitas seni yang dikomunikasikan kepada  penontonnya. Dengan kata lain bahwa fungsi prestasi dalam seni, yakni suatu penghargaan yang diberikan kepada seniman,  kreator seni, pelaku seni,  siswa atas kemampuannya berkreasi seni sebagai aktualisasi diri, pribadi siswa termasuk di dalamnya prestasi lembaga dan sekolah.

 

b. Simbol Kritik 

Teater Pada dasarnya semua karya seni, termasuk Kritik Seni Teater diekspresikan menggunakan bahasa simbol. Simbol di dalam seni, termasuk seni teater dapat dipahami sebagai benda, bentuk, unsur seni yang mengandung nilai. Nilai dalam karya seni berupa nilai bentuk dan nilai isi. 

Nilai bentuk di dalam karya teater bersifat terindra, artinya dapat dirasakan, dinikmati, diapresiasi melalui indra pendengaran, dan penglihatan dengan gerak laku para pemain di atas pentas. 

Unsur-unsur yang terkandung di dalam seni teater, baik tradisional maupun non tradisional dengan unsur penting meliputi; naskah, pemeran, tata pentas, tempat dan penonton  terkandung simbol. Simbol-simbol tersebut dapat dimaknai sebagai simbol yang tidak dapat lepas dari akar, cikal bakal keberadaan Teater dengan masyarakat  pemiliknya. 

Simbol  dapat dimaknai sebagai sarana yang dipilih, bersifat khusus untuk menyampaikan gagasan kreator seni dan kemudian diwujudkan dalam bentuk seni melalui beberapa unsur yang  terkandung di dalamnya. Unsur-unsur yang terkandung di dalamnyapun adalah syarat dengan simbol. Unsur penting sebagai ciri atau tanda dari ke khasan Teater, antara meliputi; unsur cerita atau naskah, unsur pelaku seni, unsur pentas (artistik perupaan), unsur tempat dan unsur penonton. Melalui kekhasan dan keunikan simbol dengan pemaknaan yang ada pada pertunjukan teater, teater dapat dibagi ke dalam jenis teater tradisional dan  non tradisional dengan kekhasan; bentuk pertunjukan, struktur pertunjukan dan unsur-unsur penting pembentuknya.

non tradisional keberadaan seninya tumbuh dan berkembang di tengahtengah masyarakat pendukungnya dapat di simpulkan sebagai berikut. 

1. Teater tradisional, Teater Rakyat (teater daerah) kehadiran seninya dapat dimaknai sebagai simbol adat atau budaya masyarakat dengan Sang Pencipta, selaku pemilik dan pemberi kehidupan.  

2. Teater tradisional, Teater Rakyat dalam penyimbolan seninya lebih mengedepankan nilai isi, makna,  pesan moral. Simbol seninya bermakna kesederhanaaan, keakraban, bersahaja, dan menjunjung nilai-nilai kebersamaan. 

3. Teater tradisional, Teater Keraton (teaterKlasik) kehadiran seninya merupakan hasil para empu (ahli) dapat dimaknai sebagai simbol kebesaran raja-raja, keraton. 

4. Teater  non tradisional dapat dimaknai melalui simbol yang dihadirkan melalui unsur-unsurnya lebih mementingkan nilai bentuk, nilai keindahan bersifat estetis.  

Simbol-simbol pada seni tradisi dan non tradisi dapat pula dikenali melalui penggunaan warna pada busana para pemeran. Kehadiran warna: apakah warna hitam, putih atau kuning , motif baju dan kain samping memakai payet atau manik-manik oleh para pemainnya? Atau telah berubah dengan perubahan warna busana dan memakai manik-manik atau payet dan pemakaian warna merah jambu atau pink, orange atau coklat menjadi identitas kelompok teaternya? 

Cara memahami simbol seni, khususnya simbol warna pada pertunjukan teater adalah warna yang dengan warna natural bersifat alami, bukan hasil campuran warna (hitam, putih, kuning dan merah) menandatakan atau menyimbolkan bahwa kesenian tersebut masih bersifat tradisional, unik dan khas.

 

Baca Juga

 

Demikian Artikel Fungsi Dan Simbol Dari Kritik Seni Teater Yang Saya Buat Semoga Bermanfaat Ya Mbloo:)

 



Artikel Terkait