Perintah Berlaku Jujur Dalam Al-Qur’an dan Hadits

Setiap ajaran islam tentunya memiliki dasar dan perintah di dalam Al-Qur’an dan hadits, salah satunya adalah berlaku jujur atau as-siddiq yang mana merupakan salah satu sifat yang dimiliki para Nabi dan Rasul Allah Swt. Berikut ini perintah berlaku jujur dalam Al-Qur’an dan Hadits:

 

1. Surah Al-Maidah/5:8


Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Jadilah kamu sebagai penegak keadilan karena Allah (ketika) menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah kecencianmu terhadapa suatu kaum mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah. Karena (adil) itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sungguh, Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.”
Perintah berlaku jujur dalam Al-Qur’an dan Hadits
, yang pertama disebutkan dalam surah al-Maidah ayat 8, sebagai berikut:

Pada kandungan surah al-Maidah ayat 8, menjelaskan tentang perintah untuk melanksanakan amalan dan pekerjaan yang dilakukan orang mukmin dengan cermat, jujur, dan ikhlas hanya karena Allah Swt, baik pekerjaan tersebut berkaitan dengan agama maupun murni atas duniawi.

Karena dengan tujuan karena Allah Swt. dalam mengerjakan berbagai macam hal, maka mereka akan mendapatkan kesuksesan dan balasan dari yang mereka harapkan.

Begitu pula dalam memberikan persaksian, sebagai seorang mukmin harus adil dalam menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi tanpa memandang siapa, sekalipun itu orang terdekatnya yang akan dirugikan.

Baca Juga :

2. Surah At-Taubah/9:119

Perintah berlaku jujur dalam Al-Qur’an dan Hadits, yang kedua disebutkan dalam surah at-Taubah ayat 119, sebagai berikut:

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah Swt., dan bersamalah dengan orang-orang yang benar.”

Pada kandungan surah at-Taubah ayat 119 ini, dijelaskan bahwa Allah Swt menunjukkan seruan-Nya serta memeberikan bimbingan kepada manusia-manusia yang beriman untuk selalu bertakwa dan senantiasa memohon ridho dari-Nya dengan mengerjakan seluruh kewajiban yang telah ditetapkan-Nya, dan menjauhi segala larangan-Nya.

Lalu hendaklah bersama orang-orang yang benar dan jujur serta mengikuti ketakwaan, kebenaran dan kejujuran mereka. Dan jaganlah bagi mereka bergabung bersama orang-orang munafik yang selalu mengumbar kebohongan maupun sumpah palsu dengan kata-kata serta alasan yang tidak sesuai dengan kenyataannya.

 

3. Hadits dari Abdullah bin Mas’ud ra.

Perintah berlaku jujur dalam Al-Qur’an dan Hadits, yang ketiga dijelaskan dalam hadits dari Abdullah bin Mas’ud ra. Sebagai berikut:


Artinya: Diriwayatkan dari ‘Abdullah bin Mas’ud ra., Rasulullah SAW. bersabda, “Hendaklah kamu berlaku jujur karena kejujuran menuntunmu pada kebenaran, dan kebenaran menuntunmu ke surga. Dan senantiasa seseorang berlaku jujur dan selalu jujur sehingga dia tercatat di sisi Allah Swt. sebagai orang yang jujur. Dan hindarilah olehmu berlaku dusta karena kedustaan menuntunmu pada kejahatan, dan kejahatan menuntunmu ke neraka. Dan seseorang senantiasa berlaku dusta dan selalu dusta sehingga dia tercatat di sisi Allah Swt. sebagai pendusta.” (H.R. Muslim).

Berdasarkan ayat dan hadits di atas dapat kita lihat betapa pentingnya kejujuran diterapkan dalam kehidupan. Berlaku jujur dan adil akan membawa banyak kebaikan bagi pelakunya, begitu pula sebaliknya akan membawa keburukan bagi yang tidak melaksanakannya yakni, bagi para munafik yang selalu berbohong dan ingkar dalam setiap perkataannya.

Baca Juga :

Berikut ini beberapa penerapa berperilaku jujur dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat yang dapat kita terapkan dalam kehidupan bermasyarakat di manapun tempatnya dan waktunya untuk membiasakan diri kita selalu bersikap jujur dan berlaku benar, berikut lima contohnya:

  1. Selalu meminta izin kepada orang tua setiap akan pergi ke suatu tempat
  2. Tidak meminta suatu hal yang melebihi kemampuan orang tua
  3. Jujur untuk mengembalikan uang kembalian setelah berbelanja kepada orang tua.
  4. Tidak menyontek atau memberikan contekan kepada teman saat ujian berlangsung.
  5. Mengembalikan barang temuan kepada pemiliknya maupun melalui pihak yang bertanggung jawab.

 

                       



Artikel Terkait