Dua Siswa ini ditawarkan jadi Polisi, Setelah menciptakan Alat Pendeteksi Narkoba

Dua siswa dari SMK Negeri Rengel Tuban, Jawa Timur menciptakan sebuah alat pendeteksi narkoba dalam makanan. Alatnya telah terbukti akurat. Keduanya pun ditawari jadi polisi oleh Kapolres Tuban.

 

"Jika lulus sekolah nanti, kita berharap kedua siswa ini juga mau mendaftar jadi polisi," Kapolres Tuban AKBP Nanang Haryono, Sabtu (8/9/2018).

 

Keduanya yakni Miftahul Gufroni dan Salsadilla Luluk Ariyani. Mereka sekarang duduk di kelas XI (sebelas). Mereka menciptakan alat pendeteksi narkoba dalam makanan yang bernama Si Penator, singkatan dari Smart Ink Pen Narcotic Inspector. 

 

Alat yang diciptakan yaitu berupa bulpoin yang menggunakan tinta dari larutan senyawa antosianin dari ekstrak buah naga dan senyawa kurkumin dari ekstrak kunyit. Tinta yang terbuat dari larutan buah naga dan kunyit tersebut mampu mengikat senyawa kimia khususnya zat narkotika.

 

Cara kerjanya cukup mudah dengan meneteskan tinta dari pena ke atas makanan atau minuman yang dicurigai mengandung narkotika. Jika makanan tidak mengandung unsur zat narkotika, maka warna cairan tidak berubah

 

Karya mereka mendapatkan juara dari lomba karya ilmiah bertajuk Parade Cinta Tanah Air (PCTA) yang diadakan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia. PCTA merupakan lomba karya ilmiah yang memang berfokus pada inovasi maupun kreativitas generasi muda Indonesia dengan tema "Wujudkan Generasi Muda Anti Narkoba dan Cinta Tanah Air".

 

Kapolres Tuban AKBP Nanang Haryono heran dengan penemuan oleh dua siswa SMKN tersebut. Alat itu sudah di uji coba di sekolah dan BNK Jatim untuk mendeteksi berbagai jenis narkoba seperti sabu-sabu, ganja, dan ekstasi. Hasilnya terbukti akurat.

 

"Ini merupakan karya ilmiah yang sangat membanggakan. Semoga bisa meraih juara di tingkat nasional nanti," ujar Nanang.

 

Semoga Terinsiprasi…

 

Sumber : https://goo.gl/xgEA9x



Artikel Terkait

Share Artikel





IKUTI FANSPAGE KAMI




FOLLOW INSTAGRAM

Hosting Unlimited Indonesia